Antara Mimpi Wanita & Pria

Selasa, 09 Oktober 2012

Di balik berbagai karakteristik dan perbedaan fisik yang mencolok, pada dasarnya pria dan wanita memiliki beberapa kesamaan. Dalam masalah mimpi misalnya, pria dan wanita sama-sama sering bermimpi tentang seks dan dikejar-kejar. Jelas sudah bahwa wanita juga bermimpi tentang seks seperti halnya pria.

Meskipun beberapa hal yang diimpikan sama, ada sedikit kecenderungan yang berbeda. Pada pria, mimpi tentang seks lebih banyak dibanding mimpi dikejar-kejar. Sedangkan pada wanita sebaliknya, lebih banyak mimpi dikejar-kejar dibanding bermimpi tentang seks.

Temuan ini diperoleh ilmuwan dari
University of Montreal setelah melakukan analisis data selama 11 tahun menggunakan ribuan jawaban kuesioner online. Hasilnya menemukan perbedaan gender yang mencolok. Oleh peneliti, kecenderungan ini disebut 'Keragaman Tema Mimpi'.

Sebanyak 28.888 orang pria dan wanita berusia 10 sampai 79 tahun ditanya mengenai hal apa yang paling sering diimpikan. Peserta diminta memilih apa saja yang ditakutkan dari 56 daftar yang dimuat situs Dream and Nightmare Laboratory at Sacre-Coeur Hospital pada bulan Januari 1997 sampai bulan Juni 2008.

Hasilnya menemukan bahwa pria paling banyak bermimpi mengenai seks dengan persentase sebesar 85%. Seks ternyata juga banyak diimpikan para wanita, tapi hanya menduduki peringkat kedua terbanyak dengan 73%. Untuk mimpi dikejar-kejar, wanita justru paling banyak memimpikannya dengan persentase 83%, sedangkan pada pria hanya 78%. Selain itu, mimpi terjatuh adalah mimpi ketiga terbanyak baik pada pria maupun wanita.

Wanita sering memimpikan orang yang telah meninggal, menjadi lumpuh, gagal ujian atau menemui serangga, laba-laba dan ular. Di sisi lain, pria lebih sering bermimpi dapat terbang atau melayang di udara, memiliki kekuatan magis atau kemampuan mental yang tinggi, bisa membunuh orang atau melakukan perjalanan ke planet lain lalu bertemu alien.

"Konten negatif lebih sering terjadi pada wanita, terutama pada masa remaja. Konten negatif juga lebih sering terjadi pada kedua jenis kelamin ketika berusia antara 20 sampai 30 tahun, yaitu ketika indeks kebahagiaan berada pada titik terendah," kata Nielsen seperti dilansir Toronto Sun.

Penelitian ini juga menemukan hal yang mengejutkan, yaitu keragaman mimpi semakin berkurang ketika orang beranjak tua. Ketika bertambah usianya, mimpi yang dimiliki orang makin terbatas, bukan malah makin beraneka ragam.

Serial Foto : Gadis Flexibel nan Elastis

Sabtu, 29 September 2012
flexibile girls
elastic girls
flexibile girls
elastic girls
flexibile girlselastic girls
elastic girls
flexibile girls
elastic girls
flexibile girls
flexibile girls
elastic girls
elastic girls
elastic girls
elastic girls
flexibile girls
flexibile girls
flexibile girls
flexibile girlselastic girls
flexibile girls
elastic girls
flexibile girls
elastic girlselastic girls






5 negara dengan jam kerja terlama

Sabtu, 22 September 2012
5. Estonia
Rata rata lama jam kerja: 8.36 jam

Pada rataan 8 jam 36 menit, Estonia  memiliki waktu kerja total tertinggi ke 5di OECD, lebih dari rata-rata jam kerja  OECD 8 jam  4 menit.  14,1 persen pengangguran Estonia juga tertinggi ketiga  di OECD, enam poin persentase di atas rata-rata OECD dari 8,1 persen.

4. Canada
Rata rata lama jam kerja: 8.37 jam

Kanada adalah negara dengan tingkat tertinggi ke dua dalam hal "pengalaman positif" saat bekerja menurut OECD setelah Islandia - merasa cukup beristirahat, diperlakukan dengan hormat, tersenyum, melakukan sesuatu yang menarik, dan mengalami kenikmatan. Pada saat yang sama, Kanada di atas rata-rata OECD dalam hal "pengalaman negatif," saat bekerja seperti nyeri, cemas, stres kesedihan, dan depresi. Kanada memiliki proporsi kelahiran penduduk asing tertinggi keenam di OECD yaitu 20 persen, hampir dua kali lipat rata-rata OECD sebesar 11,7 persen

3. Portugal
Rata rata lam jam kerja: 8.48

Sementara beberapa orang mungkin berpikir bahwa Portugis hidup dengan gaya hidup Mediterania santai, mereka di peringkat negara negara dengan tingkat pekerjaan paling keras didunia. Pria melakukan hampir dua jam kerja tidak dibayar di Portugal, dibandingkan dengan kurang dari satu jam di negara-negara OECD lainnya seperti Korea dan Jepang. Jumlah waktu yang dihabiskan untuk bekerja tanpa dibayar terkira hingga 53 persen dari produk domestik bruto (PDB) di negara itu, proporsi tertinggi dari semua negara OECD, dibandingkan dengan 19 persen dari PDB di Korea. Sementara itu, 60 persen dari penduduk Portugal menghabiskan waktu memasak dan membersihkan, menghabiskan jumlah ketiga terbesar dari waktu pada pekerjaan rumah tangga di 110 menit per hari.

2. Japan
Rata rata lam jam kerja: 9

Negara kedua yang paling sulit bekerja di antara negara-negara anggota OECD mungkin tidak mengejutkan siapa pun. Kepatuhan Jepang untuk etika kerja adalah legendaris dengan karyawan perusahaan sering bersaing untuk tetap bekerja lebih dari rekan-rekan mereka untuk mencapai promosi di banyak perusahaan, di mana loyalitas perusahaan dituntut dan di mana pekerjaan seumur hidup masih berarti hidup. Orang Jepang bekerja dengan rata-rata 9 - jam sehari sedangkan pengangguran sebesar 5,3 persen jauh di bawah rata-rata OECD dari 8,1 persen.

1. Mexico
Rata rata lam jam kerja: 9.54



Baru-baru ini, Richard Hammond dari "Top Gear" program TV berhasil membuat marah Duta Besar Meksiko ke Inggris dengan mengatakan bahwa Meksiko adalah "malas, lemah, kembung [dan] kelebihan berat badan". Penelitian OECD, bagaimanapun, menunjukkan bahwa orang-orang Meksiko tersebut sebenarnya bekerja paling sulit di dunia, bekerja total hampir 10 jam pada hari rata-rata setiap. Mereka juga memiliki tingkat kedua tertinggi ketimpangan pendapatan dan tingkat kemiskinan tertinggi relatif antara negara-negara OECD.

Serial Foto : Kucing Bersayap / Winged Cat

Selasa, 18 September 2012


Kucing bersayap telah diketahui ada sejak abad ke-19, tetapi hanya segelintir orang telah benar-benar melihat-apalagi milik-satu. Wanita di provinsi Sichuan menyaksikan nya kitty tercinta tumbuh sayap malaikat di punggung musim panas lalu setelah sekelompok kucing betina mencoba untuk kawin dengan dia. "Di musim panas banyak kucing betina yang datang mengganggunya, dan kemudian sayap mulai tumbuh," katanya.
winged cat
Ahli ilmu genetika memiliki teori yang sama sekali tidak "romantis". Mereka percaya itu bisa menjadi cacat genetik, kondisi kulit, atau hasil dari perawatan yang buruk.

Namun ini bukan satu-satunya kucing yang telah ditemukan memiliki "sayap". Berikut adalah beberapa contoh lainnya.

winged cat
winged cat
winged cat





Inagurasi, Perlukah??

Minggu, 09 September 2012

Inagurasi mungkin menjadi istilah baru yang paling sering terdengar di tahun pertama perkuliahan. Istilah yang mungkin sangat "mengesankan" bagi mahasiswa baru. Banyak sebutan yang biasa dipakai untuk kegiatan ini. Disebut juga Ospek, study tour (darmawisata), RATASI (ramah tamah dan rekreasi), kuliah lapangan, malam ramah tamah, malam keakraban, malam perkenalan, dan bla-bla. Inagurasi atau Ospek berbeda dengan PAMB (Pembekalan Awal Mahasiswa Baru).


PAMB merupakan acara resmi dalam penyambutan mahasiswa-mahasiswa baru tingkat universitas atau perguruan tinggi, sedangkan inagurasi merupakan pengenalan senioran dan lingkungan jurusannya kepada junior. Biasanya diadakan sebulan setelah perkuliahan aktif. Namanya juga sudah malam keakraban, yah ini sebagai momentum bagi senior dengan sesama junior saling mengakrabkan diri mengingat mereka sudah satu kelurga atas nama jurusan.
Momen ini sepertinya sudah menjadi tradisi dari tahun ke tahun. Alumni juga tidak ketinggalan di sini, biasanya mereka juga diundang. Inagurasi tidak sebatas perkenalan antar senior dengan junior saja, tetapi juga lingkungan kampus, dosen-dosen, dan jurusan mereka. Event untuk membangun solidaritas antar mahasiswa juga sebagai pelatihan mental melalui pendekatan alam. Event seperti ini sangat dinanti-nanti semua senioran di kampus-kampus, dan persiapannya pun dijauh-jauh hari bahkan sebelum daftar para calon-calon mahasiswa baru itu diumumkan.
ospek prodi pendidikan antropologi unimed 2012


Rekan-rekan mungkin kebingungan, jika di kampus belum mengadakan inagurasi. Bagaimana ini? Benarkah begitu? Haruskah aku ikut? Wajib gak ini? Pentingkah buatku? Sejuta pertanyaan akan muncul. Wah, Inagurasi itu gimana sih ?

Inagurasi adalah semacam kegiatan pengenalan lingkungan kampus kepada mahasiswa baru. Konsepnya pun berbeda disetiap jurusan di setiap kampusnya. Tempatnya ada yang di lingkungan kampus maupun di luar kampus seperti terjun kealam tergantung konsepnya bagaimana. Kegiatan seperti ini memang (sepenuhnya) tanggung jawab jurusan, semenjak adanya otonomi jurusan yang diberlakukan oleh universitas. Jurusanlah yang mengonsep dan menjadwalkan kegiatan ini, senioran hanya sebagai pelaksana. Ichsan Syuhada Matondang, Alumni pendidikan sejarah 2004 dan SEMA FIS Unimed 2006-2008, panitia Inagurasi tahun 2006-2007 ini mengatakan inagurasi itu perkenalan dasar mahasiswa baru kelingkungan kampus. Semacam adaptasi dari dunia sekolah ke dunia kampus. Kegiatannya bukan hanya sekadar perkenalan senioran dan junior, ramah-tamah dan games, tetapi juga beberapa materi, seperti Pendidikan Karakter. Mahasiswa baru itu harus diperkenalkan dengan dunia kampus yang kompetitif. Dunia kampus bukan seperti dunia sekolah. Dunia kampus itu keras, mereka dituntut harus mandiri tetapi berjiwa sosial tinggi bahwa mereka telah masuk kedalam keluarga besar jurusannya masing-masing. Secara otomatis mereka harus mengenal apa dan bagaimana jurusannya, siapa saja mereka maksudnya senior, alumni, dosen, ketua jurusan, dekan, pembantu dekan, badan eksekutif, dan lain sebagainya ,ungkap ichsan.
Melalui kegiatan inagurasi inilah kedekatan emosianal dan kekeluargaan itu dibangun. It’s so simple.

Kegiatan inagurasi tidak hanya sebatas games doank, ada juga beberapa materi yang disampaikan. Para alumni akan menyampaikan beberapa pengalamannya tentunya di bidang akademis selama menjadi mahasiswa. Pengenalan beberapa organisasi kampus yang dapat menunjang kreativitas mahasiswa. Pada metode ini junior diajak berdiskusi tentang apa kegelisahan mereka ketika pertama kali menginjakkan kaki di lingkungan kampus. Mungkin ada didapati kejanggalan-kejanggalan ketika memasuki dunia universitas, realita kampus tidak seperti yang dibayangkan ketika dibangku sekolah. Mahasiswa baru akan merasa menjadi lebih akrab lagi secara emosional sehingga senior tidak hanya sebagai kakak stambuk saja, tetapi juga bisa sebagai "pengayom" bagi mereka.Walaupun pada kenyataannya, banyak oknum senior yang menakuti dan membodohi juniornya selama tahun pertama dengan mengatas-namakan jurusan.


Nah, bagaimana pandangan mengenai masyarakat tentang hal ini khususnya bagi orangtua? Asumsi masyarakat inagurasi adalah ajang perpeloncoan, penindasan, intimidasi, dan kekerasaan. Banyak peristiwa belakangan ini yang menjadi permasalahan antar pihak birokrasi dengan masyarkat. Itu di karenakan adanya beberapa kasus yang memakan korban sampai meninggal, peserta yang sakit setelah tidak tidur selama 2 malam mengikuti acara, dan kasus pelecehan terhadap peserta wanita yang di halalkan oknum panitia atas nama inagurasi. Kebanyakan konsep yang di gunakan bukanlah konsep yang intelektual yang seharusnya menjadi ciri kegiatan mahasiswa, tapi kebanyakan memakai konsep yang tidak manusiawi dengan mengatas-namakan pembentukan karakter!! Konsep yang seperti inilah yang menimbulkan dendam para junior.

Kasus-kasus yang memakan korban, seakan menjadi pencitraan dari proses inagurasi itu. Berdasarkan itu juga sehingga kegiatan ospek dilarang. Mengapa hal itu bisa terjadi? Dari berbagai sumber, kegiatan ini dianggap sebagai ajang balas dendam senioran yang dulu juga menjadi korban para seniornya. Di sinilah tugas utama jurusan khususnya senior pelaksana sebagai bentuk pertanggung jawaban atas kegiatan tersebut. Inagurasi itu tidak salah, hanya saja ada beberapa oknum yang dengan sengaja menyalahgunakan praktek dari Inagurasi itu.
Kepanitian harus jeli melihat oknum-oknum yang tidak sepaham dengan tujuan Innagurasi yang sebenarnya itu. Namun kenyataannya tidak yang seperti diharapkan, bukannya memikirkan solusinya, pihak Perguruan Tinggi melalui Departemen Pendidikan malah “mengharamkan” inagurasi. Walaupun demikian masih banyak praktik-praktik inagurasi dilaksanakan setiap tahunnya. Ada yang atas persetujuan jurusan dan ada yang “ilegal”.

Baik buruknya kegiatan tersebut semua tergantung bagaimana para senior melaksanakan konsep mereka dengan baik dan intelektual, sehingga opini masyarakat, khususnya orangtua tidak menjadi negatif. Praktiknya mungkin telah disalahartikan oleh pihak-pihak tertentu. Agar tidak terjadi konflik antar senior dengan junior dan dengan masyarakat, selaku panitia atau senior pelaksana seharusnya selalu terbuka terhadap konsep acaranya. Sehingga tidak terjadi kekeliruan persepsi. Dengan begitu tidak ada lagi kesalah-pahaman antara orangtua mahasiswa baru dengan para senior panitia. Hal ini untuk mengantisipasi peristiwa yang tidak diinginkan dan meminimalis ketakutan orangtua terhadap anak-anak mereka. Tapi pada praktiknya masih banyak panitia yang menutupi konsep dan detil acaranya tanpa memberi tahu alasan kenapa di tutup-tutupi. Bisa saja panitia takut bahwa konsep mereka tidak akan di terima orang tua dan melarang anaknya ikut inagurasi. Bahkan ada beberapa kasus di beberapa kampus dimana panitia memaksa junior untuk ikut acara tersebut, paling nggak, wajib bayar walau tak ikut. Ini sudah seperti berbisnis. Memang tidak semua kampus memaksa keikutsertaan juniornya, seperti di kampus D3 fakultas ekonomi salah satu perguruan tinggi negeri di medan. "Pada kondisi seperti ini, tanggung jawab seluruh kegiatan memang pada panitia, tapi apa yang harus ditakuti toh konsep kegiatannya sudah jelas dan tidak ada komplain dari peserta inagurasi", ungkap salah satu mantan panitia.
pentas seni di acara inagurasi kedokteran hewan universitas brawijaya

Di sini kita semua berharap, para senior ke mahasiswaan agar lebih bijak dalam menentukan konsep inagurasi, dan berpegang teguh pada konsep itu, jangan di selewengkan oleh oknum senior yang berniat balas dendam. Tidak melulu harus dengan konsep luar ruangan yang menyiksa secara fisik dan mental , yang kental dengan konsep balas dendam, tetapi perlu juga di pikirkan konsep yang lebih intelektual dan "mencerdaskan", lebih aman dan pastinya bertanggung jawab, semisal pembuatan acara pentas seni, drama musik, theater dll yang lebih menunjang kreativitas mahasiswa. Mahasiswa itu adalah golongan intelektual, jadi, mari berpikir intelektual, jauhkan tindakan picik dan "sok senior". Jadilah pemikir berjuang, yang berpikir untuk kebaikan, yang berjuang secara intelektual, cerdas, elegan, bermoral dan berpegang teguh pada nilai ajaran agama. Tingkatkan kebersamaan melalui inagurasi, jangan timbulkan rasa dendam pada tiap generasi.

Semoga tulisan ini bermanfaat untuk semuanya...Salam Damai


sumber:medanbisnisdaily.com,youtube,dll