TIKI TAKA DI GUGAT?

Rabu, 27 Juni 2012
Gaya bermain tiki-taka yang diperagakan Spanyol mulai mendapat kritikan karena dianggap membosankan. Kubu La Furia Roja tak terlalu memusingkannya dan akan tetap memakai gaya mereka.

Dengan mengandalkan umpan-umpan pendek khas tiki-taka, Spanyol selalu unggul dalam penguasaan bola saat melawan tim mana pun. Dan karena hal tersebut, para lawan mereka seakan tak punya pilihan selain bermain bertahan.

Tiki-taka awalnya mendapatkan pujian karena memanjakan mata penonton. Gaya bermain semacam ini juga telah berbuah trofi Piala Eropa dan Piala Dunia untuk Spanyol.

Namun, belakangan tiki-taka dianggap mulai tak menarik lagi. Sebabnya, Spanyol cuma banyak menguasai bola di lini tengah atau depan kotak penalti lawan tapi tak mampu menciptakan banyak peluang. Contoh terbaru adalah saat mereka mengalahkan Prancis 2-0 di perempatfinal Piala Eropa 2012.

Media italia mengatakan,spanyol hanya "menyembunyikan" bola dengan cara permainan mereka. "Apa gunanya menguasai bola tanpa mengancam gawang lawan???" tulis media tersebut.  Kalo dipikir pikir benar
juga kata media tersebut,mengusasai bola ditengah,tanpa maju kedepan seperti saat melawan prancis,membosankan. Tapi setiap orang,punya pandangan masing masing tentunya.

Namun, bagi Andres Iniesta, gaya tersebut justru harus dipertahankan. Dia mengatakan bahwa dengan gaya tiki-taka, Spanyol telah berhasil meraih kejayaan dalam beberapa tahun terakhir. Gelandang Barcelona ini meminta timnya tetap memakai gaya ini di laga semifinal kontra Portugal, Kamis (28/6/2012) dinihari WIB.

"Kami punya gaya sendiri, cara bermain yang sudah memberikan sukses untuk kami. Kami sudah memenangi dua trofi dengan gaya seperti ini. Tetapi, pendapat apapun adalah valid dan saya menghormatinya," ucap Iniesta seperti dilansir Reuters.

"Ini adalah metode yang telah membawa sukses buat kami. Mari kita tengok beberapa tahun ke belakang, di mana kami mengubah sejarah sepakbola Spanyol. Jangan lupakan bagaimana cara kami melakukannya," imbuhnya.

Menurut pencetak gol tunggal Spanyol ke gawang Belanda di final Piala Dunia 2010 ini, banyak lawan Spanyol yang memilih bermain tertutup dan bertahan rapat. Dia menilai hal inilah yang sebenarnya membuat sepakbola menjadi tidak menarik.

"Ketika Anda memiliki sebuah tim yang terus bermain menyerang, dan Anda menghadapi lawan yang bertahan total dan tak menyisakan ruang, tentu saja ini tidak akan seatraktif pertandingan dua tim yang sama-sama ingin menang," tegasnya.

0 komentar: